Showing posts with label ini puisi??. Show all posts
Showing posts with label ini puisi??. Show all posts

Tuesday, 27 July 2010

La Ciel


Dan ketika pada akhirnya aku terlalu lelah hanya untuk menguraikan satu lagi rantai rumit dan kokoh, aku hanya ingin merasakan jalin benang rapuh yang tipis dengan jari-jariku, dengan saraf perabaku, yang semoga belum kebal.

Dan ketika pada akhirnya aku terlampau pusing hanya untuk merangkai deret-deret bait yang sarat maksud tersirat, aku jadi cuma ingin mendengar celoteh ringan dari suara serak itu, dengan indra pendengarku, yang semoga belum pekak.
Dan ketika pada akhirnya aku kelewat buta untuk mengartikan guratan-guratanmu di atas kanvas putih yang kini penuh dengan banyak garis dan lengkung, membentuk sesuatu yang kelihatannya amat abstrak, yang menurutku hanyalah sebuah kumpulan warna tak berbentuk, dan masih saja tak tahu arti yang tersembunyi di baliknya.

Dan ketika pada akhirnya aku terhenti, terhenti dari segala yang bising, terhenti yang kadang bahkan kurang dari sedetik, tapi tak jarang juga seperti berjuta-juta detik, yang ku butuhkan hanyalah menepi, jauh dari orang-orang atau semua hal yang biasa ada di sekitarku, atau malah mungkin aku hanya perlu jauh dari kamu dan segala hal tentangmu.


Friday, 2 July 2010



Hmm, kali ini cuma mau copas puisi karya orang yang saya sendiri sebenernya gak tau siapa yang nulis. Dari berita yang beredar sih katanya ini puisi ditulis oleh seorang anak Afrika yang menjadi nominasi sebagai The Best Poem of 2006 dalam sebuah festifal di Yunani. Puisinya bagus dan terlihat amat tulus. Nah saya pertama kali baca puisi ini Maret lalu dari note fb temen saya. Cuma tadi pas saya kasih keyword itu di mbah gugel muncul beberapa berita kalo puisi ini sebenernya ditulis oleh seorang murid dari King Edward VI School, Birmingham, UK pada tahun 1989. Well, terlepas dari permasalahan siapa yang menulisnya, menurut saya puisi ini amat bagus.

Nah ini puisi versi nominasi The Best Poem of 2006 by An African Kid.

When I born, I black
When I grow up, I black
When I go in Sun, I black
When I scared, I black
When I sick, I black
And when I die, I still black

And you white fellow
When you born, you pink
When you grow up, you white
When you go in sun, you red
When you cold, you blue
When you scared, you yellow
When you sick, you green
And when you die, you gray
And you calling me colored??


Yang ini versi murid dari King Edward VI School, Birmingham, UK yang saya ambil dari sini.

Coloured

When I was born, I was black.
When I grew up, I was black.
When I get hot, I am black.
When I get cold, I am black.
When I am sick, I am black.
When I die, I am black.

When you was born, You were pink.
When you grew up, You were white.
When you get hot, You go red.
When you get cold, You go blue.
When you are sick, You go purple.
When you die, You go green.

AND YET YOU HAVE THE CHEEK TO CALL ME COLOURED!!!

Well menurut saya puisi ini bagus, bikin kita ingat lagi kalau kita ini emang diciptain dengan berbagai macam ragam. Dan alangkah bijaksananya bila kita mau saling menghormati dan menghargai bukan malah saling menjelek-jelekkan. Sungguh pada hari itu, ketika semua perbuatan kita dihitung dengan seadil-adilnya, yang dilihat dan dihitung adalah perbuatan kita dan yang membedakan kita menjadi orang-orang yang baik atau tidak hanya dari perbuatan kita itu saja bukan dari warna kulit, jabatan, keturunan, bangsa, atau apapun. 

Ah ya, puisi ini juga bikin saya ingat sama si manis Jaden Smith. Huahaha9, ujung-ujungnya dia lagiii.........


Selamat hari Jumat!
Semoga hari ini menyenangkan :D
and.. happy weekend all...! ^o^/

Tuesday, 29 June 2010

Hanya Butuh Percaya

: Kamu

Kisah pementasan panggung timur tentang perjumpaan purnama perak kelima setelah bulan biru pertama.


: Aku

Dongeng tentang perpisahan matahari jingga di altar barat lembayung senja.



: Kita

Bilangan detik kerlingan mata senja kemarin kala aku baru bersiap tumbang dan kamu terlalu cepat naik pentas.

Sekejap, tapi cukup untuk saling mengucap salam.

Purnama keenam hari pertama, ketika segalanya terlihat tak mungkin maka yang kita butuhkan adalah berdiri di batas antaranya.

Senja itu, kita bertemu.

Monday, 21 June 2010

....let it be me!


Selayaknya lah urusan ini sesederhana itu saja.
Tak lebih tak kurang.
Sesederhana diriku yang kini nyaman dalam buaian kursi goyang,
menikmati setiap teguk teh hangat yang mengaliri tenggorokanku, memberi hangat yang nyaman.
Diriku yang nyaman dengan alunan merdu yang berasal dari pemutar piringan hitam tua, memandang lembut ke arahmu.
Selembut tiap lirik yang diucapkan penuh kata cinta yang berluberan,
membasahi lantai, mengalir di antara kaki meja.


Selayaknya lah urusan ini sesederhana itu saja.
Tak lebih tak kurang.
Sesederhana jutaan larik cahaya mentari pagi di sela-sela pepohonan,
yang menguarkan embun-embun yang sempat mampir sejenak di pucuk-pucuk dedaunan.
Membuat sejuk, menghilangkan dahaga.
Sambil diselingi kicau burung yang sejak tadi belum juga bosan dan lelah.


Selayaknya lah urusan ini sesederhana itu saja.
Tak lebih tak kurang.
Sewajarnya saja, sebagaimana yang sudah kita jalani bersama...
Meski kadang kita berdebat soal hal remehtemeh.
Sesederhana itu...




Cinta itu rindu
Cinta itu peluk
Cinta itu kecup
Cinta itu senyum
Cinta itu tawa
Cinta itu tangis
Cinta itu damai
Cinta itu airmata
Cinta itu bahagia
Cinta itu laut
Cinta itu langit
Cinta itu awan
Cinta itu hujan
Cinta itu.....



Cinta itu kamu.



Sesederhana itu.
Limapuluh tahun lalu, kemarin, sekarang, besok, dan mungkin limapuluh tahun berikutnya.


Sampai mungkin gurat kerutan kita tak lagi sederhana. 

Thursday, 20 May 2010

Puisi Kocak Buat Mbak FaFa [Fanny+Fanda]

JANGAN PERCAYA IKLAN, BAHAYA!

Sudah seminggu hatiku resah
Pikirkan dia tak kunjung sembuh
Malang sungguh bertambah parah
Bagaimanalah gulana bisa ku labuh?

Tak disangka datanglah harapan
Harapan indah dari sekotak tivi hitamputih
Setelah berbagai cara kulakukan
Kini akhirnya dia akan pulih

Sang pariwara keluarkan jurus
Berkata ini sabun anti bakteri anti virus
Boleh diuji silahkan dibeli
Coba anda buktikan sendiri

Masih bersinglet berlari-lari
Masuki toko, ambil sebuah
Tak peduli panas mentari
Terus berlari sampai ke rumah

Dia di sana, terdiam menungguku
Aku tersenyum, memandang padanya
Ku ambil air hangat-hangat kuku
Sambil berdendang ku guyur dirinya

Masih berkedip malu sedetik lalu
Tapi kini padam sudah setelah guyuran pertama
Virus urung hilang bibirku pun kelu
Mungkin dia memang sudah tak ingin bersama

Aku terduduk kehabisan kata...
Seharusnya tak ku percaya janji manis si tukang bual
Entah dia yang berdusta
Atau aku yang bebal?

Kembalikan laptopku....!!!!
--ooOoo--


Barusan lagi nonton tipi eh trus ada iklan sabun mandi yang itu loh ituu, tau khan yang ada ibu nganterin anaknya ke sekolah trus ditanyain "hai, cantik, udah mandi?" trus dijawab sama ibunya, "udah dong, khan pake sabun anti bakteri". Eh malah ditanya lagi, "tapi khan belum anti virus?" Iya dah ya, anti bakteri anti virus. Yoiiii...!! Tiba-tiba jadi kepikiran buat bikin ini puisi dah, tapi asli gak ada niat buat ngejelek-jelekin iklan atau produk ini loh ya. Cuma kepikiran aja seandainya beneran ada orang dudul yang mikir kayak di atas itu, kalo laptopnya yang kena virus bisa sembuh dengan cara dimandiin pake sabun anti virus.

Nah ini sih ceritanya sekalian aku nyalurin ide, sekalian aja ya aku ikutan lomba puisi kocak yang lagi digelar[emangnya tiker digelarrrr] oleh mbak Fanny dan mbak Fanda. Kepengen aja ikut berpartisipasi, heheu. So, ini puisiku untuk ikutan lomba itu ya, mbak FaFa. Semoga aja cukup kocak dan bisa bikin ngakak. Untuk novelnya ya, umm, aku kepengen Being 17-nya ya, mbak FaFa... ^^