Friday, 30 April 2010

Aku Mencintai Seorang Wanita

Aku mencintai seorang wanita.
Aku selalu ingin membuatkannya puisi, tapi ketika aku mulai maka aku kehabisan kata kehilangan sajak.

Bagaimana aku bisa menjelaskan padamu tentang wanita ini.
Wanita yang begitu hebat.
Wanita yang kuat tapi terlihat sangat anggun pada waktu bersamaan.
Wanita yang padanya aku amat sulit menyembunyikan segala sesuatu.
Wanita ini seperti bisa melihat isi hatiku.

Entah sejak kapan aku jatuh cinta padanya.
Mungkin sejak aku melihatnya.
Tapi aku yakin dia sudah mencintaiku jauh sebelum itu.

Entahlah, sebanyak apapun aku mencintainya, dia selalu lebih banyak lagi mencintaiku.

Saat aku bersamanya, rasanya dunia milik berdua, sedikitnya ada 3pria yang cemburu saat kami asik berduaan, amat sangat cemburu.

Tapi begitu, kami juga kadang berselisih paham, walaupun lebih banyak kami kompak. Bila aku marah, dia akan merayuku dengan gurauan dan senyumnya itu. Dan aku akan luluh dengan mudahnya. Kembali menciuminya dan memeluknya erat2 seolah dia milikku seorang.

Aku mencintai seorang wanita.

Thursday, 29 April 2010

It's (not) A Silent Morning

I need to know what's on your mind
These coffee cups are getting cold
Mind the people passing by
They don't know I'll be leaving soon

I'll fly away tomorrow
To far away
I'll admit a cliché
Things won't be the same without you


Lamat-lamat terdengar suara merdu Adhitia Sofyan, pas sekali sebagai backsound saat gerimis begini, pagi ini. Aku jadi senyum-senyum sendiri di depan layar laptop yang berkedip balas menatapku. Sebentar aku sudah mengalihkan perhatianku pada roti panggang coklat dan secangkir teh chamomile hangat, sarapan pagi ini. Rasa manisnya pas, tak berlebihan, ditambah aroma kayu manis yang menguar di dapur mungil ini. Menambah sedap suasana.

Larik hujan mulai berjatuhan merupa tirai tebal, membasahi halaman belakang, tepat di hadapan dapur yang juga merangkap ruang makan. Dapur dirumah ini memang sengaja dibuat terbuka, langsung menghadap halaman. Sesekali angin membawa tetes air membasuh wajahku yang masih saja tersenyum. Sejuk. Basah. Hujan pertama di penghujung kemarau, permulaan musim, tumpah sudah.

Tak Ada Judul





Izinkan aku menitipkan sekeping rindu 


di sini, 


pagi ini.....

Wednesday, 28 April 2010

Runyam





Tolong, tolong pegangi ini, jaga ia jangan sampai terjatuh.


Tapi belum kering bibirku mengucapnya kamu sudah menjatuhkannya, tepat saat aku meletakkannya di tanganmu.


Dan ia-nya kini berserakan di lantai. 

Drama Satu Babak




"Jangan pernah katakan 'selamanya'. Karena mungkin 'selamanya' itu terlalu lama." Kataku tegas.

"Hei,, ayolah, jangan kelewat sinis begitu." Rayumu yang bahkan kamu tau sama sekali tak bisa mengenaiku.

"Loh? Aku gak sinis. Aku hanya gak suka dengan pengumbaran janji seperti itu."

"Yaa aku khan juga hanya ingin meyakinkanmu kalau aku bisa melakukannya untukmu, selalu, selamanya, seumur hidupku."

Tuesday, 27 April 2010

ENOUGH!!!

Aku masih duduk di halte Bundaran HI ini. Menunggumu datang, sudah sejak pukul satu tadi, persis sama dengan jam yang ku ketik cepat-cepat sebelum aku berubah pikiran, untuk kemudian ku kirim ke nomermu yang masih saja ku ingat sempurna sebelas angka tanpa cela. Berharap kamu mau membacanya alih-alih kamu langsung menghapusnya tanpa membaca sedikitpun.

Tak banyak yang ku ketik, hanya sekalimat saja, berdoa dalam hati agar kamu bukan hanya akan membacanya saja, tapi juga setuju untuk menemuiku. Di sini, di tempat yang sama dengan lima tahun lalu, persis ketika kita pertama kali bertemu, suatu sore yang hangat di bulan April tahun 2005. Persis hari ini pada rentang waktu lima tahun yang lalu. Seandainya saja waktu mampu membungkus kenangan, mungkin derit detik lima tahun lalu bisa bercerita pada derit detik hari ini.

Aku melirik ponselku yang bisu sejak tadi, berharap dering khusus yang sengaja ku pasang hanya untuk nomermu tiba-tiba berbunyi untuk mengabarkan kau sudah hampir tiba atau apalah. Tapi ternyata masih sama, bisu. Limabelas lewat limapuluhdua, genap sudah seratustujuhpuluhdua menit aku di sini.


Monday, 26 April 2010

WARTEG [award dan tag, hehe]

Tadi sore dapet award dan tag dari Diana. Makasi ya, Di.. Nih tagnya ku jawab. Awardnya lucu2... ^^


Menurut kalian nama Diana Afiifah aneh gak ? Ada dua i di Afiifah nya ..
- Awalnya sih iya, kenapa harus dua, tapi setelah dipikir lagi ya mungkin ya, afiifah itu kayaknya khan nama arab ya, jadi mungkin emang panjang gitu i-nya, hehe.. adek sepupuku juga namanya afifah, tapi kayaknya i-nya satu. atau aku yang gak merhatikan ya? hehe..

Blog saya bagus gak ? Kelebihan dan kekurangannya ?
- bagussss, aku sukaaaa... blognya diana tu jujur banget, polos, dan emang anak-anak banget, karena emang masih anak-anak. pokoknya suka, hehe.

Setuju gak kalo saya ganti template ? :(
- ummm, setuju aja sih, tapi template yang ini juga oke kok, heu...

Anda siapanya saya ? :p
- temen blog :D tau blognya diana tu darimana ya kemarin itu, pokonya lagi iseng lihat blog orang trus nyasar ke blognya diana, jadi deh suka ma isinya, hehe..

Kalo Diana sendiri sifat dan sikapnya gimana ke kalian ? :p
- wah kalo yang ini kurang tau euy, gak kenal amat, tapi dari caranya ngejawab komen di blognya kayaknya anaknya baik, suka bagi2 award juga, hehe... yang jelas mah diana tuh lucu, ngakakakak.. :D
[duhhh, aku belum pernah bikin award sendiri nih, hiks, nanti deh coba bikin dulu]

 


Nah ini awardnya, ada banyak... :D