Tuesday, 7 September 2010

AKU : Lima. Echo. Bravo. Alpha. Romeo. Alpha. November.! \^o^/

Yuhuuu, selamat pagi!!! :D

Hmm, sepertinya saya ini kacau sekali yah dalam mengurus blog ini. Rasa-rasanya beneran bukan blogger yang baik deh, huhu. Ini saya baru sempat lagi buat ngeblog, ampun deh >.<

Nah postingan yang ini mau ngomongin apa ya?
Singkat aja deh, yang ini cuma mau ngucapin selamat Idul Fitri aja.
*loh? kan masih hari Jumat?
Iyaaaaa, saya takutnya gak sempet lagi deh buka blog ini buat ngucapin met lebaran, jadi ya udah sekarang aja deh.

Selamat Idul Fitri ya untuk yang merayakannya..
Saya minta maaf atas semua kesalahan yang udah saya buat, semoga aja kalian semua mau memaafkan saya. ^^
Semoga amalan kita di bulan Ramadhan ini diterima Allah, aminnnn...

Yuhuuu, meski lebaran nanti bakal banyak banget kue-kue dan makanan-makanan enak, jangan sampe ya berlebihan makannya. Inget untuk tetap berbagi dengan sesama dan untuk makan secukupnya aja, karena Allah gak suka yang berlebihan. [hoho, kenapa saya jadi sok bijak begini, heuuuu :p *nyengir dudul] Kalo puasanya gimana nih? Pada lancar aja kan yah? Heheu..

Nah ngomongin lebaran juga, udah pada bayar zakat fitrah belum? Wajib lohhhh, jangan sampe nanti malah kelupaan. Baju baru sihhh udah pada siap berapa banyak ehhh malah zakat fitrahnya belum, wahwah gawat itu.. [temen-temen masih pada beli baju lebaran gak sih? iseng aja pengen tau gitu, hehe..]

Oh ya, temen-temen pada mudik gak? Kalo saya sih karena ibu saya emang asli Bekasi, ya saya pulangnya ke Bekasi, hehe.. Nah kalo bapak saya kan asli Klaten, cuma karena sejak dari sebelum puasa mbah putri saya udah dijemput bapak buat tinggal di rumah kami aja selama bulan puasa sampe lebaran, jadi semuanya ya ngumpul di Bekasi deh.. [mbah saya meski sekarang cuma tinggal sendirian di Klaten, gak pernah mau kalo diajakin tinggal di Bekasi aja dalam waktu yang lama gitu, padahal kan kami pengennya mbah di Bekasi aja gitu daripada sepi kan di rumah Klaten.... tapi gimana lagi, mbah gak mau gitu... paling ya tiap bulan puasa aja deh mau tinggal bareng kami, heu..]

Nah selain itu saya juga mau majang award dari Jeng Ria. Sebenernya award ini ada aturannya, yang mengharuskan menulis link yang sebelumnya ngasih award ini dan diterusin ke lima orang temen yang lainnya. Hanya aja sepertinya semua orang udah pada dapet award ini deh, ya gak sih? Karena sepertinya saya ini lagi-lagi jadi orang yang terakhir posting award ini, heu.. *maaf >.<

Jadi maafkan saya kalau gak saya terusin lagi, buat semua blogger yang memang belum dapet award ini, boleh diambil kok, silahkan saja.. :) Apalagi kan award ini tu untuk blogger sejati ya yang mana saya sepertinya tidak pantas menyandang predikat itu, hiks.. *bersedih di pojokan

Iya, entah deh, kayaknya kok ya saya jauh sekali dari predikat itu dengan kegiatan bloging saya yang cuma Senen-Kemis itu, udah kayak puasa sunah aja deh.. Huhu.. Malu rasanya deh... T.T

But, thanks alot for Jeng Ria yang udah ngasih award ini untuk saya. Makasi ya, jeng. Maaf baru kupajang sekarang.. :)

Nah yang terakhir, saya itu sekarang lagi demam ngegunain yang namanya NATO Phonetic Alphabet. Norak dehhh, tapi emang seru kok, hahaha9. Berasa gimana gitu, heu... [yang mau tau tentang itu bisa langsung diklik ya di link-nya, saya males euy nulis di mari, nanti jadinya panjang, hehe9]

Yuhuuu dah ah, nanti jadinya kepanjangan ni posting.

Selamat Hari Selasa!
Semoga hari ini menyenangkan :D

Happy Idul Fitri! \^^/
Happy holiday....!

Wednesday, 1 September 2010

Bulan Biru




Hei, apa kabar? Kadang aku hampir lupa kalau kita pernah kenal. Ya, aku mengenalmu, hanya sebentar. Entah apakah sungguhan "mengenalmu" atau hanya sekedar mengenalmu. Ah, itu tak penting.

Jadi, apa kabarmu? 

Melodi Sore Ini




Hujan turun lagi sore ini.

Mau tak mau aku jadi mengingatmu lagi.
Hmm, ku rasa kau sudah bosan dengan tulisanku yang melulu soal hujan.

Dan kau.

Monday, 30 August 2010

Aku Cemburu

Ya, aku cemburu.


Cemburu pada jam bundar dengan model standar dan tanpa merk yang nangkring begitu saja di dinding kamarmu, yang selalu berusaha menyeret ketiga jarumnya untuk menunjukkan waktu yang tepat meskipun sebenarnya tak pernah tepat karena kau sengaja menyetelnya sepuluh menit lebih awal.

Cemburu pada televisi warna yang juga bukan tipe terbaru dan hanya keluaran produk massal yang mudah rusak, yang bahkan hanya diam saja karena setauku pun hanya sekali dua kau nyalakan sewaktu awal-awal membelinya, sepertinya kau hanya ingin menjadikannya pajangan pengisi meja depan ranjangmu yang nyaman itu.

Cemburu pada layar empatbelasinchi-mu -beserta seperangkat alat canggih pendukungnya- yang entah sudah berapa juta detik menghabiskan waktu bermesraan denganmu, yang selalu membalas tatapan antusiasmu, binar matamu yang begitu cerah kala tertarik pada hal-hal yang dia coba berikan padamu, yang tak pernah lelah memaparkan apa saja yang ingin kau ketahui, berbagi banyak hal yang hanya kalian yang tahu.

Cemburu pada selimut lusuhmu yang selalu kau tarik hingga sebatas dagu bahkan terkadang hampir menutupi seluruh tubuhmu manakala malam mengundang angin untuk mampir ke pestanya yang malah mengganggumu yang sedang bermimpi tentang satu lagi perjalanan entah ke tempat yang mana lagi yang mungkin tak pernah ku bayangkan, dia yang memberimu sedikit kehangatan agar kau tetap terlelap dan tak terusik dengan dingin yang menyelinap dari kisi-kisi jendela.

Cemburu pada alarm yang sengaja kau taruh di meja samping ranjangmu -yang juga kau setel sepuluh menit lebih awal-, yang selalu saja kau lirik dengan tatapan benci dan kesal tiap kali sinar pertama mencium embun terakhir yang sempat mampir di pucuk dedaunan, mengingatkanmu bahwa mimpimu harus tertunda lagi karena nyata sudah di ujung mata, dia yang sudah kehilangan huruf S dan N pada kata SNOOZE-nya karena sudah kelewat seringnya kau pencet, yang tetap berdengking-dengking meski kau terus-terusan menghujamkan tatapan tajam padanya.

Cemburu pada benda-benda mati yang entah apalagi yang ada di sekitarmu -yang mungkin tak pernah terpikir olehku-, benda-benda yang entah sudah berapa lama bersama-sama denganmu, benda-benda yang bahkan tak pernah menuntut perhatianmu namun selalu bebas memperhatikanmu yang entah sedang melakukan apa, benda-benda yang mungkin bahkan tak kau sadari keberadaannya yang kau lirik dengan tatapan bingung seraya berpikir kapan kau membawa benda itu ke kamarmu berserta alasan mengapa dia ada di situ, benda-benda yang saling berebut tempat dalam kamarmu yang tak seberapa besar itu.

Cemburu pada entah mainan apalagi itu yang menyita perhatianmu sejak tadi sinar terakhir berpamitan pada bumi hingga entah pukul berapa ini yang pastinya sudah tengah malam, yang membuatmu melupakan segala benda lainnya.


Ya, aku memang cemburu.


Bahkan aku cemburu pada langit-langit kamarmu yang kau jenguk sekerlingan mata sebelum kau mulai merapalkan doa sebelum tidur tiap kalinya tiap kau hendak menjumpai mimpi-mimpimu lagi saat rembulan sedang bersenda gurau dengan bintang-bintang.

Cemburu karena benda-benda itu bisa begitu nyata dan ada di dekatmu meski hanya sesekali terlihat olehmu, bahkan kebanyakan tak mendapat perhatianmu sama sekali.



Tapi itu pun masih lebih baik, setidaknya mereka bisa ada di dekatmu, nyata.



Ya, aku memang sungguh-sungguh cemburu.




[melebai dan meracau tengah malam sebelum tidur, hahaha9]

Ah yaaaa, mau sekalian majang award dari Mbak Fanny, nah si mbak yang suka banget nulis cerpen ini tuh ngasih award karena udah memposting sebanyak 1000postingan! Eh aihhh 1000! Bayangkannnn, banyak banget khaaaannn... Nah ini awardnya:

Makasih ya mbak untuk awardnya... ^^

Dan satu lagi sekalian mau ucapin makasih buat hadiah novelnya karena cerpen saya udah menang di lomba nulis cerpen yang diadain sama si mbak tempo hari lalu. Makasih ya, mbak.. Tadi novelnya udah nyampe loh, heheu... ^^

Friday, 27 August 2010

AKU : Putih Biru SMP-ku


Hai, :D
Selamat hari Jumat, well sekarang sudah Jumat lagi yah? Padahal saya Rabu minggu lalu sudah niat mau nulis tapi akhirnya gak jadi karena patah mood saat di tengah[alasan lagiiii…. :p]
Nah sekarang saya mau nulis tentang apa ya?
Begini, saat saya menengok sebentar ke rumah saya yang sudah sekian lama saya tinggalin [hampir dua minggu ya? ha ahhh] dan sudah berdebu itu saya menemukan beberapa pesan di chatbox saya, yang ternyata sama semua isinya. Pesan-pesan ini khusus ditinggalkan di chatbox saya oleh Mbak Reni, Diah, Neng Nuy, Neng Ana, dan Mbak Aishi. Nah loh kok bisa sama? Memang apa isi pesannya?
Jadiii, kelima wanita manis ini mengundang saya untuk ikutan membuat postingan mengenai masa-masa SMP dalam rangka Gerakan SEO Positif yang diselenggarakan karena keprihatinan Manajemen Emosi terhadap kenyataan saat para pengguna internet memasukkan keyword “SMP” yang muncul adalah postingan atau hal apapun itu yang buruk-buruk, yang tidak sepantasnya dan tidak sewajarnya. Nah jadi gerakan ini tu bertujuan untuk menggeser postingan yang buruk itu dengan postingan-postingan yang positif. Oleh karena itu Manajemen Emosi mengajak para blogger untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan ini. Dan sebagai penghargaan bagi pra blogger yang sudah membuat postingan positif bertema SMP, Manajemen Emosi memberikan award ini :

Wednesday, 25 August 2010

Purnama Jingga






Lalu malam ini lagi-lagi aku bertanya padamu, pada hatimu yang sepertinya selalu hangat –membara namun selalu saja dengan takaran panas yang pas yang membuatnya jadi hangat yang nyaman-, pada derak dedaunan pohon oak yang di batangnya kamu pernah mengguratkan nama kita dengan pisau kecilmu, dedaunan yang saling bergesekan karena angin musim semi. Waktu itu bahkan kamu tak mengindahkan laranganku untuk tidak menggurat batang pohon itu, kamu tak mau tahu kalau hal itu menyakiti pohon oak tadi, padahal apa yang kamu lakukan itu sama sekali tak memberi jaminan kalau kita akan selamanya bisa bersama-sama, berdekatan saling berdampingan satu sama lain seperti nama kita yang kamu guratkan di situ.

Tuesday, 10 August 2010

Malaikat Kecilku



Aku masih memandangi bayi mungil yang ada di tanganku, masih merasa takjub melihatnya nyata dalam dekapanku. Takjub bahkan setelah aku menyaksikan sendiri bagaimana dia bisa hadir ke dunia ini, menyaksikan istriku yang berjuang melawan maut untuk melahirkannya. Benar-benar proses yang menegangkan. Aku bahkan ikut berkeringat panas dingin saat memegangi tangan istriku yang memang basah oleh keringatnya, sesekali aku juga mengusap keningnya, menyemangatinya agar terus berjuang.

Nah begini, aku ingin menceritakannya padamu tapi dari mana aku bisa memulai kisah ini. Hmmm, ah ya… jadi kemarin sore mungkin sekitar pukul empat aku dan istriku yang sedang hamil masih berjalan-jalan di taman dekat rumah kami. Kami memang sering berjalan-jalan sore, sekedar mengajak istriku yang sejak hamil jadi suka sekali berjalan-jalan bertelanjang kaki di atas batu-batu kerikil yang memang sengaja dibuat menjadi sebuah track khusus bagi yang ingin berjalan-jalan di atasnya sambil merasakan sensasi refleksinya karena memang itu tujuan pembuatannya. Beberapa orang juga rutin berjalan-jalan di situ, yah meskipun kebanyakan dari mereka mungkin sudah seumur orangtuaku.