Pukul berapa sekarang?
Hmmm... Sekitar tengah malam. Aku tak bisa menuliskannya dengan pasti, karena tentunya waktu yang ku lihat saat mulai menulis ini dengan waktu aku mempostingnya berbeda.
Jadi kita ambil jalan tengah saja, sekitar tengah malam. Ok.
Aku terbangun barusan. Terbangun karena sms dari seseorang. Hei, sedang apa kau disana? Karena selanjutnya kau tak membalas smsku padahal aku langsung membalas smsmu, secepat itukah kau tidur? Hmm.. Dasar. Membangunkan orang seenaknya lalu pergi tidur begitu saja.
Di luar gelap. Aku mencoba melihat keluar, memfokuskan pupilku agar mampu mereka-reka pemandangan yang sepertinya hanya berupa blok-blok hitam. Hmm, ada blok hitam pekat, ada yang gak begitu pekat. Kadang juga diselingi kerlip cahaya lampu yang tak membantu. Oh pupilku bukan pupil si Naya, kucingnya si mbak, yang bisa membesar jadi kemudian mampu menyampaikan bentuk, warna, dan makna kepada otak hingga tercipta pemandangan meski dalam gelap. Hmm, lagipula paling-paling hanya persawahan dan sawah kalaupun bisa terlihat. Soal kenapa ku sebut persawahan dan sawah mungkin nanti saja ku jelaskan, ah, tidak sekarang. Itupun mungkin loh, it's a probably, not possibly. Khan tak perlu ku jelaskan juga kenapa probably lebih tak mungkin terjadi dibanding possibly? Kau khan pintar.
Bicara apa sih aku ini?
Hmmm... Sekitar tengah malam. Aku tak bisa menuliskannya dengan pasti, karena tentunya waktu yang ku lihat saat mulai menulis ini dengan waktu aku mempostingnya berbeda.
Jadi kita ambil jalan tengah saja, sekitar tengah malam. Ok.
Aku terbangun barusan. Terbangun karena sms dari seseorang. Hei, sedang apa kau disana? Karena selanjutnya kau tak membalas smsku padahal aku langsung membalas smsmu, secepat itukah kau tidur? Hmm.. Dasar. Membangunkan orang seenaknya lalu pergi tidur begitu saja.
Di luar gelap. Aku mencoba melihat keluar, memfokuskan pupilku agar mampu mereka-reka pemandangan yang sepertinya hanya berupa blok-blok hitam. Hmm, ada blok hitam pekat, ada yang gak begitu pekat. Kadang juga diselingi kerlip cahaya lampu yang tak membantu. Oh pupilku bukan pupil si Naya, kucingnya si mbak, yang bisa membesar jadi kemudian mampu menyampaikan bentuk, warna, dan makna kepada otak hingga tercipta pemandangan meski dalam gelap. Hmm, lagipula paling-paling hanya persawahan dan sawah kalaupun bisa terlihat. Soal kenapa ku sebut persawahan dan sawah mungkin nanti saja ku jelaskan, ah, tidak sekarang. Itupun mungkin loh, it's a probably, not possibly. Khan tak perlu ku jelaskan juga kenapa probably lebih tak mungkin terjadi dibanding possibly? Kau khan pintar.
Bicara apa sih aku ini?



